Search

CERITA INSPIRASI 2

Nama : Annisa Fithri Lubis

NIM: B04100058

Laskar: 3

HIDUP PERLU PERJUANGAN

Hidup itu perlu perjuangan. Untuk memperoleh apa yang kita inginkan, kita harus berusaha. Kita tidak bisa hanya berpangku tangan menunggu keajaiban datang. Seperti kisah seorang anak yang berjuang agar bisa bersekolah di tengah kehidupan yang sulit dan ekonomi keluarga yang memprihatinkan. Anak tersebut mempunyai keinginan yang besar untuk bersekolah. Ia ingin bisa memperbaiki kehidupan keluarganya. Ia ingin seperti anak-anak beruntung lain yang bisa mengenyam bangku sekolah. Namun sayang, orang tuanya tidak mampu membiayai sekolahnya. Untuk mencukupi keperluan hidup sehari-hari saja sudah cukup sulit. Tetapi hal tersebut tidak menyurutkan semangatnya untuk bersekolah. Ia pun bekerja agar mampu membiayai sendiri sekolahnya. Bermacam-macam pekerjaan ia lakukan. Dari mulai pengantar koran, jasa semir sepatu, sampai mangamen di jalanan. Semua itu ia lakukan demi mewujudkan cita-citanya.

Suatu saat, ada seorang dermawan yang iba melihat anak tersebut. Lalu orang itu dengan baik hati mau membiayai sekolahnya. Hal ini sangat membahagiakan baginya. Akhirnya ia dapat bersekolah untuk mewujudkan cita-citanya. Ia pun tidak menyia-nyiakan kesempatan yang ada. Ia benar-benar tekun dalam belajar. Nilainya selalu bagus dan ia selalu meraih peringkat 3 besar di sekolahnya. Padahal sepulang sekolah ia masih harus bekerja demi membantu ekonomi keluarganya.

Tahun demi tahun pun berlalu. Anak kecil tersebut telah tumbuh dewasa. Anak malang dari keluarga miskin itu telah menjadi seorang dokter muda. Sesuai dengan cita-citanya selama ini. Kerja kerasnya membuahkan hasil. Kini keluarganya tidak lagi hidup dalam kemiskinan. Bahkan ia mampu menyekolahkan adik-adiknya. Ia juga membantu anak-anak yang kurang beruntung agar bisa mengenyam bangku sekolah. Itu semua ia lakukan sebagai usapan syukurnya kepada Tuhan, yang telah memberikannya hidup yang lebih baik lewat tangan seorang dermawan yang dengan tulus menyekolahkannya. Ia tidak ingin menjadi seperti kacang yang lupa kulitnya. Dan satu hal yang menjadi kunci suksesnya yang ia pegang teguh sampai sekarang yaitu, “Hidup itu perlu perjuangan.”

CERITA INSPIRASI 1

Nama: Annisa Fithri Lubis

NIM: B04100058

Laskar: 3

DON’T GIVE UP

Saat saya berada di bangku SMA, saya mengikuti program akselerasi atau kelas percepatan. Saya mengikuti program tersebut karena saya ingin menambah pengalaman dan juga saya rasa kelas tersebut sangat menguntungkan bagi saya yang ingin kuliah di Kedokteran Hewan yang notabene membutuhkan waktu yang cukup lama.

Ternyata berada di kelas akselerasi memang benar-benar penuh dengan perjuangan. Dari mulai masuk pagi sekali dan pulang sore, tugas menumpuk, ulangan silih berganti, sampai masuk sekolah pada saat tanggal tanggal merah. Kehidupan sekolahyang santai saat di SMP, sekarang berbalik 180° menjadi sangat padat. Begadang sampai jam 3 pagi sudah menjadi hal yang biasa. Padahal esoknya ada ulangan-ulangan yang menanti. Tidak jarang saya mendapatkan nilai yang sangat jelek. Bahkan nilai 0. Itu membuat saya menjadi merasa terpukul. Sering tepikir dalam benak saya untuk mengundurkan diri karena saya merasa tidak kuat lagi berada di kelas tersebut.

Namun, berkat semangat dari orang tua dan teman-teman, saya mencoba untuk berjuang lagi. Masuk kelas ini adalah pilihan saya sendiri, jadi saya harus konsisten dan menerima segala resikonya. Saya tidak boleh putus asa. Saya pun mulai merubah pola belajar saya, dan juga mengikuti bimbingan belajar. Semua itu saya lakukan dengan tujuan utama yaitu LULUS UAN. Saya tidak ingin mengecewakan orang tua saya. Dan saya yakin saya bisa.

Saat pengumuan kelulusan, alhamdulillah saya dinyatakan lulus dengan nilai yang cukup memuaskan. Saya senang sekali. Tidak sia-sia perjuangan saya selama ini. Akhirnya saya bisa lulus dalam waktu dua tahun, dan saya lolos pmdk di perguruan tinggi yang saya inginkan, yaitu IPB. Namun, dari semua iu, hal yang paling membuat saya bahagia adalah saat orang tua saya berkata bahwa mereka bangga kepada saya. Sungguh merupakan suatu kebahagiaan yang luar biasa. Sebuah kebahagiaan yang tidak bisa dibeli dengan uang, tetapi dengan usaha dan kerja keras.

A Short Touching Story

A man came home from work late, tired and irritated,
to find his 5-year old son waiting for him at the door.
SON: “Daddy, may I ask you a question?”
DAD: “Yeah sure, what is it?” replied the man.
SON: “Daddy, how much do you make an hour?”
DAD: “That’s none of your business..
Why do you ask such a thing?” the man said angrily.
SON: “I just want to know. Please tell me, how much do you make an hour?”
DAD: “If you must know, I make 500rs an hour.”
SON: “Oh,” the little boy replied, with his head down.
SON: “Daddy, may I please borrow 200rs?”
The father was furious, “If the only reason you asked that is so you can borrow some money to buy a silly toy or some other nonsense, then you march yourself straight to your room and go to bed. Think about why you are being so selfish. I work hard everyday for such this childish behavior.”
The little boy quietly went to his room and shut the door.
The man sat down and started to get even angrier about the little boy’s questions. How dare he ask such questions only to get some money?
After about an hour or so, the man had calmed down, and started to think: Maybe there was something he really needed to buy with that 50rd and he really didn’t ask for money very often. The man went to the door of the little boy’s room and opened the door.
“Are you asleep, son?” He asked.
“No daddy, I’m awake,” replied the boy.
“I’ve been thinking, maybe I was too hard on you earlier” said the man.
“It’s been a long day and I took out my aggravation on you. Here’s the 200rs you asked for.”
The little boy sat straight up, smiling. “Oh, thank you daddy!” He yelled.
Then, reaching under his pillow he pulled out some crumpled up bills.
The man saw that the boy already had money, started to get angry again.
The little boy slowly counted out his money, and then looked up at his father.
“Why do you want more money if you already have some?” the father grumbled.
“Because I didn’t have enough, but now I do,” the little boy replied.
“Daddy, I have 500rs now. Can I buy an hour of your time?
Please come home early tomorrow. I would like to have dinner with you.”
The father was crushed.. He put his arms around his little son, and he begged for his forgiveness.
We never understand how important our time is for our loved ones. They are the real treasure we have. Try to cherish them. Money can never take their place.

ALL IS WELL

all is well…all is well…all is well…

jadi inget acara nonton bareng waktu soga lorong di A2 nih….mantab

jadi pengen nonton bareng lagi…

kakak2 SR,,,,ayook kita nonton bareng lagi….:))

CONGRATULATION..

Selamat buat temen2ku yang lulus SNMPTN…semoga kita sukses selalu…:)